Jumat, 22 Februari 2008

Trumbu karang terancam akibat pemanasan global

Hasil penelitian Global Coral Reef Monitoring Network menunjukkan, lebih dari dua pertiga terumbu karang di seluruh dunia telah rusak, bahkan terancam punah. Ancaman ini tak lain karena adanya pemanasan global yang tengah terjadi.
Laporan yang dipublikasikan awal minggu ini menyebutkan, berbagai ancaman dapat berisiko bagi kelangsungan terumbu karang, semisal polusi, pencemaran, penangkapan ikan berlebihan, kenaikan temperatur, dan penggunaan sianida dan bom untuk menangkap ikan. "Namun, pemanasan global yang disebabkan aktivitas manusia adalah penyebab utamanya," seperti dikutip dalam laporan itu. Pasalnya, kenaikan temperatur secara mendadak--meski kecil--menyebabkan terumbu karang "memutih" karena terlepasnya ganggang dari jaringan terumbu. Sebab itu, kepala program perubahan iklim WWF (World Wildlife Fund) Jennifer Morgan menilai, tiap pemerintah memiliki tanggung jawab yang besar untuk segera bertindak. "Tiap pemerintahan harus menjaga bumi dari pemanasan global, dengan menjaga temperatur tidak lebih dari 2 derajat Celsius sebagai batas maksimum," ucapnya. Apalagi temperatur telah meningkat 0,6 derajat Celsius sejak 1800.


Penelitian Global Coral Reef Monitoring Network ini melibatkan 240 peneliti dari 98 negara, dan menerima dana serta dukungan dari PBB. Hasil penelitian ini telah menjadi pembicaraan di hari pertama Konvensi Perubahan Iklim di Buenos Aires, Argentina. Rencananya, konvensi yang disponsori PBB, dan dibuka sejak Senin (6/12) kemarin akan berlangsung selama 12 hari. Laporan Global Coral Reef Monitoring Network juga menyebutkan, kepunahan terumbu karang akan merugikan ekonomi sebuah negara, seperti di Filipina dan Maldive. Sebab, kedua negara itu menjadikan terumbu karang sebagai makanan dan sumber penghasilan sektor pariwisata. Selain itu, kepunahan terumbu karang menyebabkan hilangnya daerah pesisir, dan membuka peluang terjadinya pengikisan yang disebabkan gelombang laut.

Tidak ada komentar: